«

»

Cetak ini Pos

PENGALAMAN RELAWAN DEMOKRASI BASIS ADAT ISTIADAT DAN BUDAYA

Penulis : Ahmad Nur Tamam

Tahun 2019 menjadi sebuah sejarah baru bagi negara Indonesia yang dikenal dengan tahun politik. Sebagai tahun pesta demokrasi  baru pertama kali kami mengikuti pendaftaran untuk menjadi bagian dari Komisi Pemilihan Umum Kab. Lamongan. Rasa syukur yang tak terhingga karena pengumuman pendaftaran telah diumumkan dan melihat nama kami lolos dalam seleksi pendaftaran.

            Tugas menjadi seorang relawan terasa begitu berat karena harus memenuhi target yang ditetapkan, namun tugas tersebut menjadi ringan karena adanya komunikasi yang intens dan kerjasama dengan anggota kelompok. Banyak hal-hal menarik dan unik yang kami jumpai saat melaksanakan sosialisasi, hal tersebut karena kami memilih masyarakat yang berbasis adat istiadat dan kebudayaan sebagai sasaran untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Pertama kali melakukan sosialisasi bersama ibu-ibu pembatik di desa Jugo Kecamatan sekaran, banyak para pembatik yang belum memahami dalam menggunakan hak pilih yang baik dan benar. Yang mereka keluhkan adalah banyaknya nama yang menjadi peserta pemilu pada posisi DPR. Melihat hal tersebut kami memberi solusi salah satunya dengan menghafal nama partai dan nomor urut anggota legislatif.

            Pengalaman menarik juga kami temukan pada saat bersosialisasi bersama berbagai anggota pencak silat yang berkumpul dalam satu forum sosialisasi pemilu serentak, pemandangan yang jarang sekali dijumpai adalah kerukunan antar anggota pencak silat yang satu dengan yang lainnya diantaranya; PN, PSHT, PSHW, IKSPI, MARGOLOYO. Mereka saling menghargai antar perguruan masing-masing. Hal ini sebagai suatu contoh yang baik untuk seluruh warga Negara Indonesia khususnya para pendekar pencak silat. Kami berikrar untuk bersama-sama turut menjaga dan mengamankan proses pemilihan umum. Sesi tanya jawab akan kurang menarik jika relawan tidak menyediakan hadiah, sehingga perlu dipersiapkan berbagai doorprice yang sederhana akan tetapi menarik simpati peserta sosialisasi. Berbagai sosialisasi dan pertemuan terus kami lakukan baik secara individual maupun berkelompok, salah satunya peziarah kubur.

            Rutinan ziarah desa  juga menjadi obyek yang penting untuk kami sisipkan soisalisasi pemilu, terlebih para jamaah yang banyak menjadi salah satu unsur yang juga sangat penting. Para jaamah mulai dari para pemuda desa, hingga orang tua baru pertamakalinya mendapatkan pendidikan pemilih. Kesempatan yang diberikan oleh pimpinan peziarah kami mafaatkan dengan baik, bersama komisioner KPU kami bersosialisasi dimalam hari dan bertempat diatas bukit gunung pegat Kecamatan Babat. Bagi kami pagi sore siang dan malam adalah waktu yang sama untuk melakukan sosialisasi, yang terpenting adalah partisispasi masyarakat dalam menyampaikan hak suaranya dalam pemilu secara baik dan benar. Selain itu tempat pemungutan suara yang menarik juga menjadikan hal penting bagi masyarakat pada saat mendatangi TPS. Harapan kami dari tahun ketahun masyarakat akan semakin sadar bahwa pentingnya mengikuti dan berpartisipasi dalam pemilu karena itu semua adalah pesta demokrasi.

Tautan permanen menuju artikel ini: http://kpu-lamongankab.go.id/pengalaman-relawan-demokrasi-basis-adat-istiadat-dan-budaya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>