«

»

Cetak ini Pos

Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pencalonan Pada Pemilihan Umum 2020

Jakarta, kpu-lamongankab.go.id.- Kamis (21/11/2019) KPU Kabupaten Lamongan hadiri Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pencalonan Pada Pemilihan Umum 2020 oleh KPU RI bertempat di Aula Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Jakarta. Kegiatan ini dilakukan selama 6 Hari mulai tanggal 19 – 24 November 2019, KPU Kabupaten Lamongan sendiri hadir pada gelombang II tanggal 21-22 November 2019 dengan 10 KPU Provinsi dan 86  Kab/Kota lainnya.

Dalam Sambutan Ibu Nursyarifah (Kepala Biro Teknis dan Hupmas) Maksud dan tujuan diselenggarakan Bimtek ini untuk mendapatkan pemahan yang sama mengenai pencalonan dan dapat mengoperasikan SILON. Selain itu juga dapat melakukan pendampingan kepada calon khususnya calon perseorangan. KPU provinsi menjadi supervisor bagi daerah yang menyelenggarakan Pilkada. Sehingga segala proses pencalonan dapat di pantau dan dipertanggung jawabkan ke KPU RI.

Dalam Sambutan Bapak Viryan (Komisioner KPU RI Divisi Data dan Informasi) sekaligus membuka acara kegiatan Bimbingan Teknis, beliau juga menceritakan bahwa tahapan pencalonan itu selalu menarik, jadi untuk operator jika mengalami kesulitan jangan sungkan untuk bertanya, dan harus sering bertanya sebanyak mungkin.

Pemilu 2019 merupakan pemilu yang rumit dan berat. Rumit secara teknis penyelenggaraan dan berat secara politik, jadi harus proporsional dalam melihat keberhasilan pemilu 2019. Dalam pemilu ataupun pilkada harus lebih sukses atau paling tidak sama. Jangan sampai menurun atau meremehkan pekerjaan. Diharapkan kendala aplikasi tidak terjadi lagi seperti server lemot dan variabel yang tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Dalam Tahapan pendaftaran calon perseorangan yang menggunakan Aplikasi Silon di harapkan tidak menjadi penyebab terjadinya sengketa. Karena dalam menggunakan Aplikasi Silon membuat kerja kita lebih mudah, sederhana, efisien, Transparan dan lebih akuntabel. Dalam penggunaan aplikasi Silon menjadikan bagian kerja yang profesional.

Dalam Era Kerja 5.0 yang mengarah ke sistem digitalisasi, aplikasi Silon ini juga di upayakan berintegerasi dengan Sidalih, Situng/Sirekap sebagai pembuktian keprofesional Pilkada 2020.

Dalam arahan umum, Hasyim Asyari ( Divisi Hukum dan Pengawasan KPU RI) menyampaikan Aspek strategis menentukan proporsionalitas pemilu :

  1. Daerah pilihan /alokasi kursi

  2. Rumus menentukan pemenang

  3. Sistem Pencalonan Harus hati-hati dalam menggunakan aplikasi silon, karena tahapan pencalonan sangat krusial.

   4. Pemberian Suara

Semua itu harus ada mekanisme verifikasi dan harus anggota KPU. Sehingga anggota KPU harus ada yang tanggung jawab kolektif antara komisoner kasubag dan operator. Tujuan diselenggarakan Bimtek ini harus tahu dan paham dalam bekerja sesuai SOP, mampu dan terampil dalam mengoperasikan aplikasi dengan baik. ArahanBapak Wahyu Setiawan (Divisi Sosdiklih KPU RI) menyampaikan selain melayani peserta pemilu kita juga melayani untuk masyarakat pemilih. Masyarakat pemilih yang memiliki kedaulatan. Untuk melayan masyarakat pemilih maka kita harus menggunakan pendekatan teknologi. Sehingga kita harus menggunakan sistem atau aplikasi untuk menunjukan transparansi. Tidak hanya transparansi hasil pemilu tetapi juga transparansi dalam proses pemilu. Transisi pelayanan yang bersifat elitis menjadi pelayan bersifat transparansi. Tanpa adanya transparansi akan menjadi ruang untuk negosiasi elit politik, dan diharapkan dengan adanya aplikasi tersebut, maka tingkat partisipasinya bisa meningkat dari pemilu 2019. /anb

Tautan permanen menuju artikel ini: http://kpu-lamongankab.go.id/bimbingan-teknis-penggunaan-aplikasi-sistem-informasi-pencalonan-pada-pemilihan-umum-2020/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>